selaksa mentari bak mengayung senja
menapaki riang pelu dalam metafor kebimbangan
seuntai tasbih mengakar kuat dalam mimpi-mimpiku yang panjang.
menanti hari yang tak kunjung datang
impianku berkasih perpegangan merangkul di tengah cahayah dan terbang bersama menuju tsurayyah
dan dan masihkah tersisa sedikit keyakinanku padanya
mampukah dia menungguku..
sampai aku betul-betul memilki kematangan jiwa.
andai aku bisa...
Senin, 22 Oktober 2012
Minggu, 07 Oktober 2012
belajar dari pengalaman
Aku ingin seperti mereka. yang memiliki kemampuan yang lebih.banyak hal munkin tidak semua orang memiliki pandangan seperti itu, terkadang aku berfikir bahwa, dengan keteguhan ini, aku bisa mengejar ketertinggalanku... kematangan jiwa itu yang menjadi harapanku. terasa lelah bagiku. mengembara bersama mimpi-mimpiku. air mataku menetes diatas pusara ibuku. aku mengadu padanya. aku merasakan kerinduan yang teramat sangat, sulit untuk kulukiskan.. hanya Dia yang tahu bagaimana perasaanku saat ini. aku ingin pergi jauh dan jauh diatas gunung yang sangat tinggi kemudian berteriak sekencang-kencanganya. ya Rabb sungguh aku tak kuat menerima takdir-Mu. aku punya tanggung jawab. untuk keluargaku, bapakku, serta adik-adiku..
saatnya aku bangkit. bangkit dari keterpurukan. aku tidak ingin terlena..waktu terus berjalan. aku harus bisa..banyak yang ingin kuselesaikan, dan kemudian melanjutkan pekerjaan yang lain..
sahabatku.. jazakallah atas segala bantuannya.
saatnya aku bangkit. bangkit dari keterpurukan. aku tidak ingin terlena..waktu terus berjalan. aku harus bisa..banyak yang ingin kuselesaikan, dan kemudian melanjutkan pekerjaan yang lain..
sahabatku.. jazakallah atas segala bantuannya.
Langganan:
Postingan (Atom)